Tragedi Itu Terulang Lagi
Mengenang 50 tahun Tragedi Munich, Manchester United sebetulnya ingin mempersembahkan kemenangan saat bersua Manchester City. Apa daya, MU malah kalah. “Tragedi” pun terulang lagi.
MU memang gagal memberi persembahan terbaik bagi delapan pemainnya (dan 15 orang lainnya) yang tewas saat pesawat yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan di Munich, Jerman, 6 Februari 1958. Pasukan Sir Alex Ferguson itu takluk 1-2 dari City.
Seperti dilansir BBC, serangkaian acara-acara khusus sengaja digelar sesaat sebelum pertandingan baik di dalam maupun di luar Stadion Old Trafford, Minggu (10/2/2008) malam.
Di luar Old Trafford, suporter dari kedua tim meletakkan karangan bunga di sekitar patung Sir Matt Busby, manajer MU saat itu, sebagai satu tanda penghormatan terhadap para korban kecelakaan pesawat tersebut.
Di dalam stadion, saat pemain dari kedua tim keluar dari lorong stadion, seorang peniup bagpipe (alat musik tradisional Skotlandia) mengiringi langkah Ryan Giggs dkk serta David Dunne cs memasuki lapangan hijau.
Para pemain MU mengenakan seragam klasik berwarna merah tanpa embel-embel sponsor di dada. Alih-alih mengenakan nomor punggung yang biasa mereka sandang, para pemain starter justru mengenakan angka berurutan dari nomor 1 sampai 11. Jersey polos juga dipakai kubu City.
Mereka kemudian melewati guard of honour yang dibentuk oleh sejumlah anak yang mengenakan kaos bertuliskan nama-nama pemain United yang tewas tepat setengah abad lalu.
Ferguson dan Sven Goran Eriksson, manajer City, bersama-sama meletakkan karangan bunga di garis tengah lapangan dan kemudian saling berpelukan. Sementara di tribun, para penonton mengibarkan scarf khusus.
Sesaat sebelum kick off, diadakan momen hening satu menit. Sempat muncul kekhawatiran momen ini akan diganggu oleh para fans City, namun para pendukung The Citizens nyatanya tetap mengikuti proses ini dengan khidmat.
Sayang, semua penghormatan itu tidak ditutup dengan sebuah persembahan manis: kemenangan. MU harus mengakui keunggulan City dan gagal membalas dendam kekalahan 0-1 di pertemuan pertama musim ini.
Sebuah cara peringatan yang menyesakkan pada akhirnya. Tak hanya karena The Red Devils takluk dari rival sekota, tapi juga karena kekalahan ini terjadi pada momen peringatan salah satu peristiwa paling menyedihkan dalam sejarah sepakbola dunia. Di Old Trafford, tragedi pun bagai terjadi dua kali.
sumber : http://www.indosat-m3.net
Add comment February 11, 2008
Reggae dan rasta
Di Indonesia, reggae hampir selalu diidentikkan dengan rasta. Padahal, reggae dan rasta sesungguhnya adalah dua hal yang berbeda. “Reggae adalah nama genre musik, sedangkan rasta atau singkatan dari rastafari adalah sebuah pilihan jalan hidup, way of life,” ujar Ras Muhamad (23), pemusik reggae yang sudah 12 tahun menekuni dunia reggae di New York dan penganut ajaran filosofi rasta. Repotnya, di balik ingar-bingar dan kegembiraan yang dibawa reggae, ada stigma yang melekat pada para penggemar musik tersebut. Dan stigma tersebut turut melekat pada filosofi rasta itu sendiri. “Di sini, penggemar musik reggae, atau sering salah kaprah disebut rastafarian, diidentikkan dengan pengisap ganja dan bergaya hidup semaunya, tanpa tujuan,” ungkap Ras yang bernama asli Muhamad Egar ini. Padahal, filosofi rasta sesungguhnya justru mengajarkan seseorang hidup bersih, tertib, dan memiliki prinsip serta tujuan hidup yang jelas. Penganut rasta yang sesungguhnya menolak minum alkohol, makan daging, dan bahkan mengisap rokok. “Para anggota The Wailers (band asli Bob Marley) tidak ada yang merokok. Merokok menyalahi ajaran rastafari,” papar Ras.
Ras mengungkapkan, tidak semua penggemar reggae adalah penganut rasta, dan sebaliknya, tidak semua penganut rasta harus menyenangi lagu reggae. Reggae diidentikkan dengan rasta karena Bob Marley—pembawa genre musik tersebut ke dunia adalah seorang penganut rasta.
Ras menambahkan, salah satu bukti bahwa komunitas reggae di Indonesia sebagian besar belum memahami ajaran rastafari adalah tidak adanya pemahaman terhadap hal-hal mendasar dari filosofi itu. “Misalnya waktu saya tanya mereka tentang Marcus Garvey dan Haile Selassie, mereka tidak tahu. Padahal itu adalah dua tokoh utama dalam ajaran rastafari,” ungkap pemuda yang menggelung rambut panjangnya dalam sorban ini.
Pemusik Tony Q Rastafara pun mengakui, meski ia menggunakan embel-embel nama Rastafara, tetapi dia bukan seorang penganut rasta. Tony mencoba memahami ajaran rastafari yang menurut dia bisa diperas menjadi satu hakikat filosofi, yakni cinta damai. “Yang saya ikuti cuma cinta damai itu,” tutur Tony yang tidak mau menyentuh ganja itu.
Namun, meski tidak memahami dan menjalankan seluruh filosofi rastafari, para penggemar dan pelaku reggae di Indonesia mengaku mendapatkan sesuatu di balik musik yang mereka cintai itu. Biasanya, dimulai dari menyenangi musik reggae (dan lirik lagu-lagunya), para penggemar itu kemudian mulai tertarik mempelajari filosofi dan ajaran yang ada di baliknya.
Seperti diakui Hendry Moses Billy, gitaris grup Papa Rasta asal Yogya, yang mengaku musik reggae semakin menguatkan kebenciannya terhadap ketidakadilan dan penyalahgunaan wewenang. Setiap ditilang polisi, ia lebih memilih berdebat daripada “berdamai”. “Masalahnya bukan pada uang, tetapi praktik seperti itu tidak adil,” tandas Moses yang mengaku sering dibuntuti orang tak dikenal saat beli rokok tengah malam karena dikira mau beli ganja.
Sementara Steven mengaku dirinya menjadi lebih bijak dalam memandang hidup sejak menggeluti musik reggae. Musik reggae, terutama yang dipopulerkan Bob Marley, menurut Steven, mengajarkan perdamaian, keadilan, dan antikekerasan. “Jadi kami memberontak terhadap ketidakadilan, tetapi tidak antikemapanan. Kalau reggae tumbuh, maka di Indonesia tidak akan ada perang. Indonesia akan tersenyum dengan reggae,” ujar Steven mantap.
Sila dan Joni dari Bali menegaskan, seorang rasta sejati tidak harus identik dengan penampilan ala Bob Marley. “Rasta sejati itu ada di dalam hati,” tandas Sila sambil mengepalkan tangan kanan untuk menepuk dadanya.
Sumber : Kompas ( 9 Juli 2006 )
Add comment January 28, 2008
‘Michael Jordan’ Bawa Warriors Tundukkan Bulls
Michael Jordan’ datang lagi di kandang Chicago Bulls, United Center. Tak lagi jadi bintang tuan rumah karena dia justru menjadi awal bencana Bulls dengan 40 poin yang dicetaknya untuk Golden State Warriors.
“Saya mencetak 40 poin di United Center, saya merasa seperti (Michael) Jordan di sana,” ungkap Baron Davis setelah mengantar Warriors memetik kemenangan 119-111 atas Bulls, Sabtu (19/1/2008).
Davis memang menjadi pahlawan penentu kemenangan Warriors, selain 40 poin yang dicetaknya, point guard 28 tahun itu juga menyumbang lima rebound dan empat assist. Sementara Stephen Jackson dan Monta Ellis juga tak kalah berperan setelah masih-masing mendonasikan 24 dan 23 angka.
Buat Golden State inilah kemenangan keempat mereka dalam lima laga terkahir, sementara untuk Bulls ini merupakan kekalahan ketiga dalam lima pertandingan terakhir. Untuk sementara Warriors masih tertahan di posisi delapan klasemen Wilayah Barat sedangkan Bulls di urutan sembilan klasemen Wilayah Timur.
“Musim ini tidak berjalan baik buat kami dan semuanya terlihat buruk saat ini,” ungkap forward Bulls, Andres Nocioni mengomentari kekalahan ke-23 mereka sepanjang musim ini.
Nocioni sebenranya tampil cukup mengesankan dalam laga tersebut dengan sumbangan 29 poin. Dia cuma kalah satu angka dari Ben Gordon yang menjadi penyumbang poin terbanyak Bulls.
Sementara itu dari TD Banknorth Garden, Boston Celtic kembali meraih kemenangan. Setelah kemarin menundukkan Portland Trailblazers, kini giliran Philadelphia 76ers yang mereka gasak dengan skor telak 116-89.
Di awal laga, Sixers sempat memberi perlawanan sengit dah bahkan dalam posisi memimpin selepas kuarter dua dengan 57-54. Namun di dua kuarter terakhir tuan rumah mengamuk untuk merebut 62 poin tambahan sementara tamunya cuma diberi 32, skor akhir pun memihak Celtic dengan angka 116-89.
Adalah Ray Allen dan Paul Pierce yang jadi penampil terbaik Celtic setelah keduanya menyumbang 23 dan 22 poin. Sementara top skorer Trailblazers tercatat atas nama Andre Iguodala yang dengan 17 angka.
Hasil pertandingan lain:
Atlanta 78 vs Toronto 89
New York 98 vs Washington 111
Portland 98 vs Miami 91
Philadelphia 89 vs Boston 116
Seattle 100 vs Memphis 124
Sacramento 99 vs Detroit 93
Charlotte 84 vs New Orleans 112
LA Clippers 88 vs Utah 106
Minnesota 95 vs Phoenix 115
sumber:http://www.m3-access.com/
Add comment January 28, 2008
Jenazah Soeharto Tiba di Astana Giri Bangun
Iring-iringan rombongan kendaraan jenazah Soeharto tiba di Astana Giribangun, di Desa Karang Bangun, Kecamatan Metesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, sekitar pukul 11.50 WIB, Senin (28/1). Dilaporkan reporter SCTV Mochammad Achir, kedatangan rombongan disambut dengan pengamanan yang cukup ketat.
Hal ini tidak mengherankan mengingat pelayat yang datang bukan hanya pejabat di Tanah Air tapi juga dari luar negeri. Antusiasme masyarakat sekitar yang hendak menyaksikan prosesi pemakaman secara langsung juga membuat pihak keamanan bekerja ekstra ketat.
Upacara pemakaman secara militer digelar sekitar pukul 12.10 WIB. Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Peti sempat dibuka untuk mengubah posisi jenazah menghadap ke arah kiblat. Peti jenazah kembali ditutup dengan diselimuti Bendera Merah Putih.
sumber:http://www.liputan6.com
Add comment January 28, 2008
RTL Maker’s
RTL maker’s……RTL maker’s……RTL maker’s……RTL maker’s……RTL maker’s……RTL maker’s……RTL maker’s……RTL maker’s……
RTL maker’s……RTL maker’s……RTL maker’s……RTL maker’s……RTL maker’s……RTL maker’s……RTL maker’s……RTL maker’s……RTL maker’s……RTL maker’s……RTL maker’s……RTL maker’s……RTL maker’s……
Add comment January 28, 2008